Jumat, 20 Februari 2015

SEMUT


Mengutip dari perkataan Sayyidina Ali “Renungkanlah penciptaan semut yang kecil badannya dan lembut perilakunya. Hampir-hampir tidak bisa dilihat oleh mata dan hamper tidak trpikirkan bagaimana ia bisa berjalan diatas bumi, mendapatkan rezky, membawa makanan kesarangnya, mengolahnya, dan mengumpulkan makanan-makanan itu pada musim panas sebagai persiapan menghadapi musim dingin. Rezekinya dijamin oleh Allah, Sang Maha Pemberi. Mahatinggi Allah yang telah menciptakan semut dalam bentuk dan kekuatan tubuh yang seperti itu. Tiada Tuhan hakiki selain Dia, tiada yang berhak disembah kecuali Dia. “
Allah berfirman, “…berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut! Masuklah kedalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari’.“
Pada dasarnya semut adalah serangga yang hidup bermasyarakat. Jika ia terpisah dari kelompoknya, maka ia akan mati meskipun diberi makanan yang enak dan tempat yang nyaman.
Semut mengajarkan kepada manusia suatu pelajaran yang berharga tentang tolong-menolong.Jika ada semut yang kenyang bertemu dengan semut yang lapar, semut yang kenyang akan memberikan sari-sari makanan dari tubuhnya kepada yang lapar. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh seorang mukmin menyimpan sesuatu yang mengenyangkan , sementara tetengga disampingnya kelaparan.”(HR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar