Rabu, 25 Februari 2015
LALAT
Allah berfirman, “Wahai manusia, telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan, jika lalat itu merampas suatu dari mereka, mereka tidak dapat mrebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembahnya.” (Al-Hajj: 73)Lalat mempunyai tanduk perasa yang di dalamnya terdapat zat kimia yang dapat menangkap bebauan. Ia bergerak dan mencari makanannya berdasarkan informasi yang disediakan zat kimia trsebut. Inilah yang menjelaskan mengapa lalat senantiasa mengerubungi bangkai, manisan atau benda-benda lain yang memancarka bau di udara. Lalat mencium bebauan tersebut, lalu mendatanginya.
Lalat berkembang biak setiap 10 hari sekali. Proses perkembangbiakannya pun mengagumkan.Hampir tak bisa dipercaya bahwa jumlah saraf-saraf lalat kurang lbih sebanyak jumlah-jumlah saraf yang dimiliki manusia, dan ia mempunyai mata dan penglihatan yang sangat tajam. Ia juga bisa marah, belajar, dan merasakan sakit. Berat otaknya 1-6 gram.
Nabi bersabda, “Jika ada lalat jatuh kedalam minuman salah seorang diantara kamu, maka benamkanlah lalat itu, lalu buanglah. Sebab, pada salah satu sayapnya terdapat pnyakit, dan pada satu sayapnya lagi terdapat obat.” (HR. Bukhari).
Apabila seekor lalat hinggap di atas minuman atau makanan, tubuhnya miring kekiri dan melepaskan bakteri dan parasit yang dibawanya. Apabila ia menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam air, maka lalat merasa dalam bahaya. Ia pun akan melepaskan material anti biotic terhadap bakteri dan parasit yang telah masuk kedalam minuman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar