Allah berfirman, “Dan untuk Sulaiman, dikumpulkanlah bala tentaranya dari jin,manusia, dan burung. Llu mereka berbaris dengan tertib. Hingga mereka sampai dilembah semut, berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut! Masuklah kedalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (An-Naml: 17-18)
“Maka, tidak lama kemudian datanglah Hud-hud, lalu ia berkata, ‘Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negri Saba membawa suatu berita yang menyakinkan. Sungguh, aku dapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang besar’.” (An-Naml: 22-23)
“Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung.” (An-Naml: 16)
Ayat-ayat diatas menunjukan bahwa hewan memiliki bahasa-bahasa tersendiri untuk saling berkomunikasi diantara mereka. Misal, apabila seekor semut menemukan lokasi makanan, ia akan segera kembali ke sarangnya. Tak lama kemudian ia akan berbondong-dondong menuju lokasi itu. Seorang pakar mengatakan, jika seekor semut menemukan lokasi makanan, maka ia akan menemui semut yang lain dan menceritakan hal itu kepadanya dengan persentuhan ujung-ujung jari mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar