Kamis, 26 Februari 2015

LABA-LABA



Allah berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling rapuh ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.” (Al-Ankabut: 41)
Beberapa kitab tafsir menjelaskan bahwa rumah laba-laba rapuh karena tidak bisa melindungi dari panas, dingin, hujan, dan angin.
Laba-laba betinalah yang merangkai rumah. Lalu ia mempersilakan laba-laba jantan untuk masuk seraya berdiri didepannya dengan gerakan-gerakan mempesona dan nyanyian merdu agar si jantan mau masuk kedalam rumah. Setelah terjadi proses pembuahan, laba-laba betina akan memakan laba-laba jantan—jika si jantan tidak berhasil melarikan diri. Si betina pun akan memakan anak-anaknya—jika mereka tidak berhasil melarikan diri. Anak-anak laba-laba pun akan saling memakan satu sama lain.
Laba-laba mempunyai kelenjar didalam perutnya. Dari kelenjar itu ia bisa mengeluarkan tali-tali sutra yang sangat lembut. Setiap[ tali itu tersusun dari 4 benang, dan setiap benang yang empat itu tersusub dari seribu benang. Dengan demikian satu tali yang dirangkai oleh laba-laba tersusun dari 4000 benang halus. Seandainya 4 miliar benang produksi laba-laba dikumpulkan jadi satu benang, ktebalannya tidak akan melebihi ketebalan sehelai rambut kepala. Ia akan membunuh mangsanya dengan sepasang alat lancip yang menyerupai gantungan daging. Laba-laba kemudian memakan mangsanya dengan cara menyedot cairan yang membentuk tubuh serangga naas itu dengan mulutnya untuk disalurkan ke perut.
Jaring laba-laba tidak bisa bertahan lebih dari satu malam, karena telah mongering dan zat plengketnya tidak lengket lagi.
Laba-laba mempunyai satu sifat khas. Laba-laba betina terperangai sangat buruk terhadap pejantannya. Ia langsung memangsa sijantan setelah melakukan perkawinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar